Isra Miraj 27 Rajab "Makna, Sejarah, dan Rahasia Dibalik Perjalanan Dahsyat Rasulullah SAW ke Langit Ketujuh"
Jujur aja nih, tiap kali kita masuk ke bulan Rajab, pasti yang langsung kepikiran di kepala adalah momen Isra Miraj 27 Rajab.
Tapi, pernah nggak sih kamu bener-bener ngerenungin betapa keren dan "di luar nalar" perjalanan yang dialami Nabi Muhammad SAW ini?
Jadi, Isra Miraj itu bukan cuma sekadar tanggal merah di kalender atau waktu buat libur nasional sekolah dan kantor doang, tapi ini adalah peristiwa super ajaib yang sebenernya ngebuktiin betapa sayangnya Allah ke hamba-Nya.
Bayangin aja, di zaman yang belum ada pesawat jet apalagi roket, Rasulullah SAW bisa menempuh perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, terus lanjut naik ke Sidratul Muntaha cuma dalam waktu semalam!
Kalau dipikir pakai logika manusia biasa sih emang nggak nyampe, tapi itulah gunanya iman.
Peristiwa ini terjadi di saat Rasulullah lagi sedih-sedihnya karena ditinggal wafat oleh istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman beliau, Abu Thalib.
Jadi, seolah-olah Allah mau bilang, "Tenang, Muhammad, kalau penduduk bumi bikin kamu sedih, langit bakal menyambutmu dengan penuh kemuliaan."
Makanya, peringatan Isra Miraj 27 Rajab itu selalu punya vibe yang emosional sekaligus bikin kita takjub banget sama kebesaran Allah.
Ngomongin soal teknis perjalanannya, ini tuh bener-bener epik banget kalau kita bayangin visualnya.
Rasulullah SAW mengendarai Buraq, sesosok makhluk dari surga yang kecepatannya itu sekali melangkah sejauh mata memandang. Coba deh bayangin, itu lebih cepet dari cahaya nggak sih?
Di bagian pertama perjalanan yang disebut Isra, beliau mampir dulu ke Masjidil Aqsa dan di sana beliau jadi imam buat semua nabi terdahulu. Ini tuh simbol kalau Islam itu adalah penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya.
Terus lanjut ke fase kedua, yaitu Miraj, di mana beliau naik menembus tujuh lapis langit. Di tiap lapisan langit, beliau ketemu sama nabi-nabi hebat kayak Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yusuf, sampai Nabi Ibrahim.
Serunya, perjalanan ini bukan cuma jalan-jalan santai, tapi penuh dengan "pemandangan" yang ngasih pelajaran moral, kayak gambaran orang-orang yang dapet pahala dan siksaan, biar kita yang di zaman sekarang ini punya gambaran kalau setiap perbuatan itu pasti ada konsekuensinya.
Puncaknya adalah di Sidratul Muntaha, tempat yang bahkan malaikat Jibril pun nggak boleh masuk lebih jauh lagi, cuma Rasulullah yang diizinin buat "ketemu" langsung sama Allah SWT.
Luar biasa banget, kan? Bener-bener sebuah previlese tingkat tinggi yang nggak ada tandingannya.
Nah, hasil dari "pertemuan puncak" di malam Isra Miraj 27 Rajab inilah yang jadi oleh-oleh paling berharga buat kita semua sampai hari ini, yaitu perintah salat lima waktu.
Awalnya nih kalau kamu belum tahu, perintahnya itu bukan lima, tapi lima puluh waktu sehari semalam!
Kebayang nggak kalau kita harus salat tiap beberapa menit sekali? Pasti kita bakal kewalahan banget.
Tapi berkat "negosiasi" Rasulullah SAW yang bolak-balik minta keringanan atas saran Nabi Musa AS, akhirnya Allah kasih diskon gede-gedean jadi cuma lima waktu aja, tapi pahalanya tetep dihitung kayak lima puluh waktu. Ini tuh bukti kalau Islam itu nggak mau nyusahin umatnya.
Salat itu sebenernya adalah "Miraj"-nya orang mukmin, alias cara kita buat berkomunikasi langsung sama Allah tanpa perantara.
Jadi kalau lagi mumet, stres, atau butuh sandaran, sebenernya kita nggak perlu terbang ke langit ketujuh kayak Nabi, cukup gelar sajadah dan mulai takbir.
Itulah kenapa momen 27 Rajab ini penting banget buat kita jadikan alarm buat nge-charge iman kita lagi yang mungkin udah mulai lowbat gara-gara urusan duniawi yang nggak ada abisnya.
Terus, gimana sih cara kita buat ngerayain atau memaknai Isra Miraj 27 Rajab di zaman sekarang yang serba medsos ini?
Sebenernya nggak perlu yang ribet-ribet banget sampai bikin acara besar kalau emang nggak memungkinkan. Hal paling simpel yang bisa kita lakuin adalah memperbaiki kualitas salat kita.
Coba deh dicek lagi, salat kita selama ini cuma gerakan olahraga doang atau udah bener-bener konek sama Sang Pencipta?
Selain itu, kita bisa memperbanyak selawat dan baca lagi sirah nabawiyah biar makin kenal sama sosok luar biasa yang udah memperjuangkan umatnya sampai ke langit.
Jadikan semangat Isra Miraj ini sebagai booster buat kita makin optimis kalau setelah kesulitan pasti ada kemudahan, persis kayak Rasulullah yang dapet hadiah perjalanan ini setelah masa-masa tersulit dalam hidupnya.
Ayo, kita jadiin momentum 27 Rajab ini sebagai titik balik buat jadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan pastinya lebih rajin lagi "curhat" ke Allah lewat salat lima waktu. Semoga kita semua dapet syafaat dan berkah dari peristiwa bersejarah ini ya! #Islami